Tampilkan postingan dengan label Mikrotik Wireless. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mikrotik Wireless. Tampilkan semua postingan
Cara Test Bandwidth Lewat Winbox Mikrotik

Cara Test Bandwidth Lewat Winbox Mikrotik

Mikrotik menyediakan fitur speedtest untuk memastikan bandwidth yang bisa dikirim/terima pada perangkat mikrotik. Fitur ini dinamakan Bandwidth Test, fitur tersebut hanya bisa di lakukan dengan lawan yang masih bermerk/device mikrotik. Saya sendiri adalah termasuk orang yang hampir selalu menggunakan fitur ini setiap hari, terutama pada Radio Mikrotik. Pada kasus ini kita akan coba bandwidth test lewat winbox.

Caranya sangat mudah, pastikan anda mengetahui alamat IP beserta user dan password login perangkat mikrotik lawan.

Masuk mikrotik A lewat Winbox, buka menu Tools lalu pilih Bandwidth Test dan untuk memulai test silahkan tekan tombol Start

  • Test To : Silahkan isi dengan alamat ip Mikrotik lawan
  • Protocol: Silahkan pilih jenis protokol yang akan digunakan, biasanya saya menggunakan TCP.
  • Direction: Ada 3 pilihan, yaitu receive, send dan both. Untuk Receive dan send keduanya bisa di artikan upload dan download, dan posisinya tergantung anda speedtestnya di posisi perangkat A atau B. Sedangkan untuk both untuk keduanya.
  • Tcp Connection count: Isi aja default yaitu 20
  • Local dan Remote Tx Speed : Anda bisa membatasi nilai bandwidth ketika di speedtest sampai berapa sesuai kebutuhan anda.
  • User dan password: Masukan User dan password login mikrotik lawan.

Supaya lebih afdol, biasanya saya ketika melakukan bandwidth test sambil melakukan ping ke perangkat lawan juga. Itulah tutorial cara speedtest pada perangkat mikrotik. Semoga bermanfaat, terimakasih.

Memanfaatkan Interface Bridge Untuk Setting Wireless Mikrotik

Memanfaatkan Interface Bridge Untuk Setting Wireless Mikrotik

Setting bridge pada router dalam kondisi tertentu biasanya di butuhkan, hampir mirip seperti fitur master/slave di interface mikrotik. Beda halnya sama perangkat jaringan lain yang hanya menyediakan interface LAN dan WAN secara permanen. Mikrotik sendiri memungkinkan anda bisa mengkonfigurasi lebih komplek lagi sesuai kebutuhan anda.

Langkahnya sangat sederhana, klik menu Bridge lalu tambahkan rule baru


Selanjutnya tambahkan interface yang akan di hubungkan dengan bridge yang sudah di buat tadi sesuai kebutuhan anda. Masih di menu Bridge, pindah ke tab Ports dan tambahkan rule nya. Contoh disini saya menghubungkan dengan interface wlan dan ether, karena kebutuhan saya supaya user yang terhubung melalui kabel dan wireless yang tertanam pada mikrotik bisa mendapatkan DHCP server dalam satu ip/network.



Anda bisa memanfaatkan fitur ini, sekarang tinggal arahkan ip address anda di set ke interface bridge yang sudah di buat.

Saya rasa dari sini anda faham fungsi bridge buat apa, jadi silahkan otak atik sesuai kebutuhan. Semoga bermanfaat, terimakasih.

Contoh Setup Radio Mikrotik Seperti ISP | PTP RB Dynadish 5

Contoh Setup Radio Mikrotik Seperti ISP | PTP RB Dynadish 5

Tutorial konfigurasi kali ini yaitu perangkat Mikrotik Wireless Dynadish 5, sederhana saja untuk topologinya seperti pada umumnya hanya saja disini saya akan mencoba fitur Band A/N/AC dan Channel Width 20/40/80Mhz eCee.

Seperti pada gambar topologi, kita akan konfigurasi kedua wireless hanya sebagai perantara penghubung jaringan saja, jadi kita tidak perlu memberikan konfigurasi selain itu. Jadi konfigurasi yang cocok untuk topologi diatas yaitu PTP(Point To Point) menggunakan mode Bridge pada sisi Network A dan mode Station Bridge Pada Network B yang mana hanya satu perangkat saja yang bisa terhubung dengan perangkat Station.

Metode ini juga sangat cocok bagi anda yang sedang menjalankan usaha RT/RW layaknya ISP, jadi tidak perlu khawatir mengenai keamanan wireless yang tercolong koneksi internetnya.

Dynadish A

Langsung saja, pertama tambahkan dulu Bridge

Masih di menu Bridge, pindah ke tab Ports lalu tambahkan dua rule yang berfungsi untuk bridge interface ether1 dan wlan1. Perhatikan pada gambar

Selanjutnya setting IP Address pada Interface Bridge yang sudah kita buat, masuk ke menu IP>Address, masukan IP  10.12.13.29/24

Setelah setting IP masuk ke menu Wireless, enable wlan1 bilamana posisi masih disable, Klik dua kali wlan1 selanjutnya akan masuk ke menu konfigurasi wlan1

Disini kita akan focus kepada keempat menu saja, yaitu tab Wireless, Data Rates, WDS dan Tx Power.

Tab Wireless

  • Pilih Bridge pada kolom Mode.
  • Pilih 5GHz-A/N/AC pada kolom band.
  • Pilih 20/40/80Mhz eCee pada kolom Channel Width.
  • Untuk frequency anda bisa sesuaikan dengan traffic di lapangan, anda bisa memanfaatkan fitur Freq. Usage pada sebelah kanan(ingat untuk selalu menggunakan frequensi Legal).
  • Berikan nama SSID sesuai selera anda.
  • Berikan nama Radionya pada kolom Radio Name.
  • Pilih 802.11 pada kolom Wireless Protocol.
  • Superchannel pada Frequency Mode.


Tab Data Rates sebaikanya diberikan default dulu untuk konfigurasi pertama, sisanya mengikuti sesuai kebutuhan di lapangan.

WDS Mode arahkan ke Dynamic dan WDS Default Bridge pilih bridge

Untuk Tx Power sesuaikan juga dengan kebutuhan dilapangan, untuk pertama silahkan gunakan all rate fixed dan berikan nilai power sesuai kondisi.

Dynadish B

Untuk settingan kurang lebih sama, hanya saja ada yg dibedakan beberapa point:

  • Alamat IP 10.12.13.30/24 Interface: Bridge
  • Mode Wireless pilih Station Bridge
  • Frequensi Sesuaikan

dan untuk sisanya lakukan sesuai konfigurasi pada Dynadish A. Bilamana konfigurasi sudah benar dilakukan biasanya kedua wireless akan langsung terhubung, silahkan cek pada menu wireless tab Registration,


hanya saja ada beberapa faktor yang menyebabkan wireless anda belum bisa terhubung

  1. Kondisi lapangan yang tidak memungkinkan, terhalang gedung, pohon atau lainnya
  2. Pointing yang belum benar atau pas.
  3. Ada konfigurasi yang terlewatkan
  4. Perhatikan nama SSID dari kedua radio harus sama.

Tutorial ini juga berlaku untuk jenis Radio mikrotik merk lainnya, hanya saja mungkin ada yang membedakan dari segi fitur yang disediakan seperti jenis Band, Channel Width, Tx Power, Mode Wireless dan lain2, hanya saja untuk topologi anda bisa menggunakan cara diatas.

Itu saja cara konfigurasi wireless mikrotik, terimakasih.